Senin, 22 Juni 2009

Gaya Pribadi

I attended this personality training held by LPT UI on March 31 through April 2, 2009. For three days I followed the training provided by my current company, CNOOC SES Limited to look deeper into ourselves and to know who we really are. Here we are introduced to ourselves, our strength and weakness towards work ethic. Let's read what they value about me;

HINTS:

  • Extraversion – Introversion

Bagaimana kita berinteraksi dengan dunia dan ke tempat dimana kita mengarahkan energi kita.

  • Sensing – iNtuition

Jenis informasi yang cenderung kita perhatikan untuk memahami dunia.

  • Thinking – Feeling

Bagaima kita membuat keputusan.

  • Judging –Perception

Kedenderungan mengenai cara yang kita pilih dalam menjalani hidup, apakah terstuktur atau lebih spontan.


 

SCORE:

E

S

T

J

29

34

32

29


 

Karakteristik Umum

Orang-orang ESTJ senang mengorganisasikan proyek-proyek, tindakan, prosedur dan mengorganisasikan orang untuk kemudian menyelesaikan pekerjaan hingga tuntas. Mereka memiliki sejumlah standard serta keyakinan yang jelas dan melakukan usaha sistematis untuk menjalankannya. Hal ini mereka harapkan juga dilakukan oleh orang lain. Mereka menghargai kompetensi, efisiensi dan hasil. Inipun mereka tunjukkan dalam kegiatan kerja dan kehidupan sehari-hari. Orang-orang ESTJ suka berinteraksi dan bekerja dengan orang lain, asalkan orang-orang itu bertanggungjawab dalam memenuhi batas waktu dan terhadap tuntasnya pekerjaan yang diberikan pada mereka. Mereka akan optimal dalam situasi dimana masalah-masalah yang muncul sudah cukup dikenal, jelas dan dapat diselesaikan dengan teknik-teknik yang sudah terbukti efektif.


 

Dalam Organisasi

Orang-orang ESTJ adalah orang-orang yang berpikir logis, analitis, tegas membuat keputusan, dan merupakan seorang tough-minded. Mereka menggunakan fakta-fakta kongkrit secara sistematis. Mereka senang bekerja sama dengan orang lain dalam rangka mengatir detil dan tindakan untuk menyelesaika pekerjaan.


 

Kontribursi Bagi Organisasi

  • Cermat melihat, menunjukkan dan memperbaiki kesalahan-kesalahan.
  • Memberikan masukan bagi program-program yang ada secara logis dan obyektif.
  • Mengorganisasikan proses, produk dan orang-orang untuk mencapai tujuan.
  • Memantau jalannya suatu pekerjaan untuk memastikan bahwa pekerjaan itu dikerjakan dengan benar.
  • Melakukan sesuatu dengan cara selangkah demi selangkah.


 

Gaya Kepemimpinan

  • Mencari langsung peran pemimpin dan mengambil tanggungjawab dengan cepat.
  • Menerapkan dan mengadaptasi pengalaman masa lalu untuk memecahkan masalah.
  • Masuk ke dalam akar situasi secara lansung.
  • Memutuskan dan melaksanakan hasil keputusan dengan cepat.
  • Bertindak sebagai pemimpin tradisional yang menghormati hierarki, yang berusaha mencapai tujuan dengan mengikuti system yang ada.


 

Gaya Belajar Yang Disukai

  • Suasana belajar yang aktif, kongkrit dan dilakukan secara terstuktur.
  • Materi belajar yang praktis dan berfokus pada sesuatu yang dapat mereka gunakan nantinya.


 

Potensi Kelemahan

  • Bisa jadi membuat keputusan terlalu cepat dan menekan orang lain untuk melakukan hal yang sama.
  • Mungkin saja tidak melihat kebutuhan untuk mengubah hal-hal yang sudah mereka yakini berjalan secara efektif.
  • Bisa jadi mengabaikan pentingnya hubungan interpersonal dalam menyelesaikan pekerjaan.
  • Jika mereka terus aja mengabaikan perasaan-perasaan dan nilai-nilainya sendiri bias jadi akhirnya mereka dikendalikan oleh emosinya.


 

Lingkungan Kerja Yang Disukai

  • Yang berisi pekerja keras yang terdorong untuk menyelesaikan pekerjaan secara tepat.
  • Yang memiliki komitmen dan berorientasi kepada tugas.
  • Yang memungkinkan dilakukan penataan dan struktur kerja.
  • Yang memiliki tugas-tugas yang dilakukan dalam tim.
  • Yang menyediakan stabilitas dan dapat diramalkan.
  • Yang fokusnya pada efisiensi dan produktivitas.
  • Yang memberi imbalan pada pencapaian tujuan.


 

Saran-Saran dan Pengembangan

  • Perlu untuk mempertimbangkan semua sisi sebelum memutuskan, termasuk memperhatikan aspek manusia.
  • Perlu mendorong dirinya sendiri untuk melihat sisi manfaat dari perubahan yang diinginkan oleh orang lain.
  • Perlu melakukan upaya khusus untuk meunjukkan penghargaan pada orang lain.
  • Perlu menyediakan waktu untuk jauh dari pekerjaan, guna melakukan refleksi dan mengenali perasaan-perasaan dan nilai-nilai yang dianutnya.


 


 


 


 


 


 


 

Sabtu, 20 Juni 2009

Eureka !!!



A view from the top






Stupidity

Ho ho just a bit trying here and there then you will smile for the satisfying result of troubleshooting. I am now trying to convinced myself that a computer and its complicated system are a mere human creation thus we human whoever we are, able to tame and use them for whatever we needs, as long as there is will to study and to work them out.

Smile.

Technique

Technology has came to its staggering phase, yet we human could not cope with such rapid change as well as I who tries to use it. Damn still confused on how to post my blog directly from Word 2007 though at three previous attempts I managed to succeed and I wrongfully made a mistake and now troubled how to fix things up.

Mess.

Marriage

Marriage. This word could be in two meanings, either happiness or captivity. I wed last year at October 26, 2008 at a very shining Sunday morning precisely. There has been a lot with my life ever since. The true person I'm sharing my life now is showing her true color, her traits, her personality, her whereabouts etc. Yet I believe somehow every person who was in involved in matrimony marriage always hide keep something for themselves which they don't share even with her/his spouse. That could be anything, from noble white lies to even a very darkest of a human's soul. There were also emotions that conflicts in each person's life within marriage. Whether how to define the love itself and how to see and carry out this so called of love itself. Man with free soul always wonders for the world and all of its challenges which goes beyond the fence of matrimony which eventually lead him to disharmony when it comes to him to marry a possessive wife. Hell it is damn dangerous! I feared my life would be in that terrible state when I decided to get married but then I found that it was not that difficult as it seemed. Though I must admit that here in there, now and then the dispute keeps showing in rare.